contact
Test Drive Blog
twitter
rss feed
blog entries
log in

Senin, 11 Oktober 2010

ABSTRAK

Meja adalah salah satu fasilitas kerja yang biasanya digunakan dalam suatu kegiatan belajar. Meja yang beredar dipasaran dirasakan tidak nyaman. Ketidaknyamanan pada saat belajar yang disebabkan oleh ukuran meja yang akhirnya menimbulkan kelelahan pada anggota tubuh bahkan rasa sakit dibeberapa tubuh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menyatakan bahwa bagian-bagian tubuh yang sering mengalami keluhan (pegal atau sakit) pada anggota tubuhnya antara lain : punggung, leher dan mata lelah. Karena adanya keluhan-keluhan ini, maka diusulkan suatu rancangan meja belajar yang memberikan kenyamanan pada saat belajar. Ukuran-ukuran pada setiap bagian meja disesuaikan dengan ukuran antropometri wanita indonesia dengan percentile 95%. Data antropometri yang dibutuhkan yaitu tinggi bahu saat duduk. Evaluasi dilakukan terhadap sikap duduk pelajar/mahasiswa saat belajar. Pengolahan data antropometri dilakukan dengan perhitungan percentile. Hasil penelitian didapatkan ukuran tinggi meja belajar yaitu 300 mm.


KATA PENGANTAR

            Tema yang diangkat dalam karya ilmiah ini adalah “Aplikasi Penerapan Konsep Ergonomi Dalam Design Meja Belajar Yang Berguna Bagi Mahasiswa atau Pelajar”. Hal ini didasarkan pada suatu hasil produk yang berguna bagi mahasiswa atau pelajar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan tanpa adanya hambatan dan kendala yang dihadapi.
            Seluruh aktivitas yang terjadi di alam ini seluruhnya berhubungan dengan kepentingan manusia. Manusia selalu dijadikan objek dalam perancangan suatu design produk. Tetapi banyak produk yang dijual dipasaran dinilai kuarng ergonomis dan manusia sendiri dalam hal ini sebagai pengguna tidak menyadari hal tersebut dikarenakan tidak ada pilihan lain.
Untuk merancang dan mengembangkan suatu design produk bukanlah hal yang mudah, mereka harus memikirkan bagaimana mendesign suatu produk yang berkualitas dan dengan harga terjangkau dengan konsep ergonomis sebagai kerangka dasar dalam pengembangan suatu produk. Sehingga diharapkan design yang didapat memiliki nilai tambah yang dapat meningkatkan manfaat yang akan dirasakan oleh konsumen khususnya bagi kalangan mahasiswa atau pelajar.
Dengan selesainya karya ilmiah ini, kami ucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penulisan karya ilmiah ini. Semoga bermanfaat.

                                                                        Denpasar, 08 Februari 2010



PENDAHULUAN

 I.1.      Latar belakang
Ergonomi merupakan suatu cabang ilmu yang mempelajari sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia (Sutalaksana, 2006 : 72), dimana secara hakiki akan berhubungan dengan segala aktivitas manusia yang dilakukan. Ergonomi merupakan salah satu hal yang mengarah pada peningkatan kualitas kehidupan kerja. Sedangkan aspek kualitas sendiri merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi produktivitas dan kualitas kerja.
Manusia dalam hal ini sebagai objek makhluk pekerja yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam bekerja manusia biasanya menggunakan peralatan kerja dan berada dalam lingkungan kerja tertentu. Peralatan kerja yang digunakan harus sesuai dengan manusia pemakai untuk mendukung fungsi tubuh yang sedang bekerja.
Seperti halnya dengan seorang mahasiswa atau pelajar. Dalam hal kegiatan belajar diperlukan suatu peralatan yang mendukung dan sesuai dengan pemakainya untuk mendukung fungsi tubuhnya. Hal tersebut yang dituju dalam pelaksanaan ergonomis ditempat kerja. Hasil akhirnya adalah mahasiswa atau pelajar yang belajar optimal tanpa mengorbankan keselamatan dan kesehatannya.
Mengingat pentingnya konsep ergonomi bagi mahasiswa atau pelajar dimanapun berada maupun belajar, maka mau tidak mau upaya peningkatan kesehatan dan keselamatan belajar harus menjadi prioritas utama. Dengan tingkat kesehatan dan keselamatan belajar yang baik maka resiko sakit akan menurun.
Tetapi dalam kenyataannya sedikit produk yang dirancang secara ergonomis. Seperti halnya dengan meja belajar bagi mahasiswa atau pelajar, banyak sekali meja belajar yang diperjualbelikan dipasaran dengan menjual image ergonomis. Tetapi justru produk tersebut bisa menimbulkan efek sakit bagi penggunanya. Hal ini disebabkan karena belum adanya pengetahuan betapa pentingnya konsep ergonomis dalam design meja belajar.
Untuk itu berbagai upaya hendaknya dilakukan untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja termasuk juga penelitian-penelitian guna mencari solusi terbaik untuk memperbaikinya.

 I.2.      Permasalahan
Permasalahan yang timbul dalam penyusunan karya ilmiah ini adalah :
1.      Apakah konsep ergonomi dapat digunakan dalam design produk meja belajar yang ada dipasaran saat ini?
2.      Apakah konsep ergonomi dapat menurunkan resiko sakit yang ditimbulkan oleh design produk meja belajar yang ada dipasaran saat ini?
3.      apakah konsep ergonomi yang diterapkan dalam design meja belajar yang ada dipasaran saat ini dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa atau pelajar?

 I.3.      Metode
Metode yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah dengan menggunakan survey, dimana dengan melukiskan keadaan subjek dan objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau bagaimana adanya. Dengan meja belajar sebagai subjek penelitian, sedangkan mahasiswa atau pelajar sebagai objek penelitian..


ISI

            Kata Ergonomi atau ergonomics berasal dari bahasa Yunani, yaitu Ergo yang berarti kerja dan Nomos yang berarti peraturan. Jadi ergonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang peraturan kerja. Konsepnya adalah ilmu yang membahas tentang kelebihan dan keterbatasan manusia dan secara sistematis memanfaatkan informasi-informasi tersebut untuk rancang bangun, sehingga menghasilkan produk, sistem, atau lingkungan kerja yang lebih baik.   
Ergonomi adalah suatu cabang ilmu yang memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan, dan keterbatasan manusia dalam rangka membuat sistem kerja yang ENASE (Efektif, Nyaman, Aman, Sehat, dan Efisien). Ergonomi yaitu ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan mereka.
Antropometri berasal dari kata Anthropos artinya tubuh dan Metros artinya ukuran. Antropometri adalah pengukuran tubuh manusia dan bagian-bagiannya dengan maksud untuk membandingkan dan menentukan norma-norma untuk jenis kelamin, usia, berat badan, suku bangsa, dll. Ketepatan dan ketelitian pengukuran sangat penting dalm menilai pertumbuhan secara benar. Kesalahan atau kelalaian dalam cara pengukuran akan mempengaruhi hasil pengamatan.
Antropometri secara luas akan digunakan sebagai pertimbangan ergonomis dalam proses perencanaan (design) produk maupun sistem kerja yang memerlukan interaksi manusia.
Berikut adalah gambar dan tabel dimensi tubuh manusia Indonesia :



Sasaran penelitian ergonomi adalah manusia pada saat bekerja dalam lingkungan, lebih khususnya adalah mahasiswa atau pelajar. Atau secara singkat dapat dikatakan bahwa ergonomi adalah penyesuaian tugas pekerjaan dengan kondisi tubuh manusia untuk menurunkan stres yang akan dihadapi. Solusinya antara lain adalah dengan menyesuaikan tempat belajar atau peralatan belajar dengan dimensi tubuh agar tidak melelahkan.
            Penerapan ergonomi pada saat belajar adalah :
1.      Posisi duduk saat belajar, dimana kaki tidak terbebani dengan berat tubuh dan posisi stabil selama belajar.
2.      Proses belajar, dimana mahasiswa atau pelajar dapat menjangkau peralatan belajar sesuai dengan posisi waktu belajar dan sesuai dengan ukuran antropometrinya. Harus dibedakan ukuran antropometri warga Indonesia dan warga asing.
Setelah mahasiswa atau pelajar melakukan kegiatan belajarnya, maka umumnya terjadi kelelahan/fatique. Dalam hal ini kita harus waspada dan harus kita bedakan jenis kelelahannya. Pada saat belajar biasanya mahasiswa atau pelajar mengalami kelelahan fisik akibat yang berlebihan, tetapi kelelahan fisik masih dapat dikompensasi dan diperbaiki performansnya seperti semula. Kalau tidak terlalu berat kelelahan fisik bisa hilang setelah istirahat dan tidur yang cukup.
            Menurut ilmu ergonomi, secara teknis seorang mahasiswa atau pelajar akan belajar lebih maksimal (efisien dan efektif) apabila bekerja dalam kondisi yang nyaman. Mengapa saya katakan secara teknis? Karena dengan belajar yang maksimal pada akhirnya tergantung pula pada orang itu sendiri. Contoh yang sangat simpel adalah saat mahasiswa atau pelajar sedang menghadapi ujian dan mereka belajar dengan posisi tiduran dikasur sambil makan cemilan, dengan suasana seperti itu yang ada mereka akan tertidur karena terlalu lama tiduran. Memang dalam kondisi seperti itu kenyamanan yang mereka peroleh tapi apakah membantu mereka dalam belajar? Tentu saja tidak, seperti halnya dengan seorang mahasiswa atau pelajar yang belajar di meja belajar yang ada dipasaran pada umumnya, dimana meja belajar yang hanya membutuhkan ruangan yang kecil dan harga terjangkau (dapat dilihat pada gambar dibawah ini).


Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa design ukuran meja dengan tinggi 280mm dari tinggi orang dewasa Indonesia pada saat duduk dan lebar meja 380mm. Bila ditinjau secara ergonomic meja belajar tersebut masih kurang ergonomis karena tidak sesuai dengan antropometri tubuh manusia Indonesia pada umumnya. Bagi mahasiswa atau pelajar yang menggunakan meja belajar tersebut akan mengeluh sakit punggung, leher dan mata lelah. Hal ini disebabkan karena :
1.      terlalu sering membungkuk untuk menyesuaikan tinggi meja belajar yang menyebabkan sakit punggung karena banyak tekanan.
2.      terlalu sering membungkuk untuk menyeseuaikan tinggi meja belajar yang menyebabkan leher lelah dan sakit.
3.      terlalu sering membungkuk karena tinggi meja yang tidak sesuai dengan tinggi orang dewasa Indonesia saat duduk untuk memperoleh penglihatan yang jelas yang menyebabkan mata lelah.
Dengan gambaran design meja belajar dan akibat dari design meja belajar tersebut, maka dapat dilakukan suatu perubahan design meja belajar yang lebih ergonomis agar memperkecil atau bahkan mencegah terjadinya kelelahan dan sakit pada punggung, leher dan mata.
Bila dilihat dari tinggi orang dewasa Indonesia saat duduk, antropometri yang digunakan adalah antropometri wanita Indonesia dengan percentile 95%, hal ini dikarenakan ukuran tubuh pria Indonesia bisa mengimbangi ukuran tubuh wanita pada umumnya, dimana ukuran yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah tinggi bahu saat duduk = 599 mm
Tinggi meja = 0.5 x 599mm
                    = 299.5 mm
                    = 300 mm
Sesuai dengan perhitungan tinggi design meja belajar, maka dapat dihasilkan design meja belajar yang ergonomis bagi mahasiswa atau pelajar Indonesia seperti dibawah ini :


Untuk lebar kursi tidak perlu dirubah lagi dikarenakan lebar kursi disesuaikan dengan kebutuhan tiap-tiap mahasiswa atau pelajar.
Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa design meja belajar tersebut dinilai ergonomis karena :
1.            ukuran tinggi meja dengan lantai sesuai dengan antropometri Indonesia.
2.            ukuran tinggi meja dengan lantai sesuai dengan ukuran secara ergonomis yang mencegah mahasiswa atau pelajar Indonesia tidak membungkuk sehingga mencegah sakit punggung dan sakit leher.
3.            ukuran tinggi meja dengan lantai sesuai dengan ukuran secara ergonomis yang mencegah mahasiswa atau pelajar Indonesia tidak membungkuk sehingga mencegah mata lelah karena jarak penglihatan yang sesuai dengan posisi saat duduk.



PENUTUP

            Penerapan ergonomi pada design meja belajar bertujuan agar mahasiswa atau pelajar saat belajar selalu dalaam keadaan sehat, nyaman, dan selamat. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut diperlukan kemauaan dan kemampuan untuk merubah design produk meja belajar.
Kesimpulan yang dapat diambil adalah :
1.      Berdasarkan pembahasan yang ada maka tinggi design meja belajar yang baik dan sesuai dengan antropometri manusia Indonesia adalah 300mm.
2.      Penyesuaian tinggi design meja belajar dilakukan agar mahasiswa atau pelajar tidak malas belajar yang dikarenakan kurang nyaman terhadap ukuran meja belajar yang ada.
3.      Design yang telah diperbaiki dapat digunakan karena sudah sesuai dengan antropometri tubuh manusia Indonesia.
Sedangkan saran yang diberikan adalah :
1.      Dalam mendesign meja belajar hendaknya dimensi dari meja belajar tersebut sesuai dengan dimensi tubuh manusia yang menggunakannya.
2.      Pengujian ergonomi terhadap design meja belajar sebaiknya harus sering dilakukan agar memberi kenyamanan mahasiswa atau pelajar untuk belajar.


DAFTAR PUSTAKA

1.      id.wikipedia.org
2.      Nurmianto, E., 1998, Ergonomi Konsep Dasar dan Aplikasinya, PT Guna Widya, Surabaya.
3.      Sutalaksana, Z. Iftikar., A. Ruhana, 1997, Teknik Tata Cara Kerja, ITB, Bandung.
4.      www.depkes.go.id

1 komentar:

  • Anonim on 8 Mei 2011 04.18

    Mba boleh minta tlong gak bisa buatin Bill of material (BOM) dari produk di atas gak??
    Kira2 Harga yang pantas buat produk di atas Berapa ya???
    Tlong di jawab secepetnya ya bmba..
    Bisa mba kirim lewat E-mail saya
    muisandmuse@yahoo.com
    mkasih Banyak ya mba..

  • :a: :b: :c: :d: :e:
    :f: :g: :h: :i: :j:
    :k: :l: :m: :n: :o:

    Poskan Komentar

    sedikit coretan perkuliahan