contact
Test Drive Blog
twitter
rss feed
blog entries
log in

Selasa, 28 Desember 2010


I.      PENGERTIAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)
Keselamatan berasal dari kata safety dan biasanya selalu dikaitkan dengan keadaan terbebasnya seseorang dari peristiwa celaka (accident) atau nyaris celaka (near-miss). Jadi pada hakekatnya keselamatan sebagai suatu pendekatan keilmuan maupun sebagai suatu pendekatan praktis mempelajari faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan dan berupaya mengembangkan berbagai cara dan pendekatan untuk memperkecil resiko terjadinya kecelakaan.
Kesehatan berasal dari kata health yang dewasa ini tidak hanya berarti terbebasnya seseorang dari penyakit, ettapi pengertian sehat mempunyai makna sehat secara fisik, mental dan juga sehat secara sosial.
Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) :
1.      Menurut Mangkunegara (2002, p. 163)
Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya, dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur.
2.      Menurut Sumakmur (2001, p. 104)
Keselamatan kerja merupakan rangkaian usaha untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan tentram bagi para karyawan yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan.
3.      Menurut Simanjuntak (1994)
Keselamatan kerja adalah kondisi keselamatan yang bebas dari resiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang mencakup tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan, dan kondisi pekerja.
4.      Mathis dan Jackson (2002, p. 245)
Keselamatan adalah merujuk pada perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang terhadap cedera yang terkait dengan pekerjaan. Kesehatan adalah merujuk pada kondisi umum fisik, mental dan stabilitas emosi secara umum.
5.      Menurut Ridley, John (1983) yang dikutip oleh Boby Shiantosia (2000, p. 6)
Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya, perusahaan maupun masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau tempat kerja tersebut.
6.      Jackson (1999, p. 222)
Kesehatan dan Keselamatan Kerja menunjukkan kepada kondisi-kondisi fisiologis-fisikal dan psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan
Jadi K3 adalah ilmu pengetahuan dan penerapan guna mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit yang disebabkan oleh pekerja dan lingkungan kerja.

II.      LATAR BELAKANG PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
Sejarah perkembangan K3 mulai dari zaman pra-sejarah sampai dengan zaman modern sekarang secara ringkas adalah sebagai berikut
a.      Zaman Pra-Sejarah
Pada zaman batu dan goa (Paleolithic dan Neolithic) dimana manusia yang hidup pada zaman  ini telah mulai membuat kapak dan tombak yang mudah untuk digunakan serta tidak  membahayakan  bagi  mereka  saat  digunakan.  Disain  tombak  dan  kapak  yang mereka buat umumnya mempunyai bentuk yang lebh besar proporsinya pada mata kapak atau ujung tombak. Hal ini adalah untuk menggunakan kapak atau tombak tersebut tidak memerlukan  tenaga  yang   besar  karena  dengan  sedikit  ayunan  momentum  yang dihasilkan cukup besar. Disain yang mengecil pada pegangan dimaksudkan untuk tidak membahayakan bagi pemakai saat mengayunkan kapak tersebut
b.      Zaman Bangsa Babylonia (Dinasti Summeria) di Irak
Pada era ini masyarakat sudah mencoba membuat sarung kapak agar aman dan tidak membahayakan  bagi  orang  yang  membawanya.  Pada  masa  ini  masyarakat  sudah mengenal  berbagai  macam  peralatan  yang  digunakan  untuk  membantu  pekerjaan mereka.  Dan semakin berkembang setelah ditemukannya tembaga dan suasa sekitar 3000-2500 BC. Pada tahun 3400 BC masyarakat sudah mengenal konstruksi dengan menggunakan batubata yang dibuat proses pengeringan oleh sinar matahari. Pada era ini masyarakat sudah membangunan saluran air dari batu sebagai fasilitas sanitasi.
Pada tahun 2000 BC muncul suatu peraturan “Hammurabi yang menjadi dasar adanya kompensasi asuransi bagi pekerja
c.       Zaman Mesir Kuno
Pada  masa  ini  terutama  pada  masa  berkuasanya  Fir’aun  banyak  sekali  dilakukan pekerjaan-pekerjaan raksasa yang melibatkan banyak orang sebagai tenaga kerja. Pada tahun 1500 BC khususnya     pada     masa Raja Ramses II dilakukan pekerjaan pembangunan terusan dari Mediterania ke Laut Merah. Disamping itu Raja Ramses II juga  meminta para pekerja untuk membangun “temple” Rameuseum. Untuk menjaga agar  pekerjaannya  lancar  Raja  Ramses  II  menyediakan  tabib  serta  pelayan  untuk menjaga kesehatan para pekerjanya.
d.      Zaman Yunani Kuno
Pada zaman romawi kuno tokoh yang paling terkenal adalah Hippocrates. Hippocrates berhasil menemukan adanya penyakit tetanus pada awak kapal yang ditumpanginya.
e.      Zaman Romawi
Para  ahli  seperti  Lecretius,  Martial,  dan  Vritivius  mulai  memperkenalkan  adanya gangguan kesehatan yang diakibatkan karena adanya paparan bahan-bahan toksik dari lingkungan kerja seperti timbal dan sulfur. Pada masa pemerintahan Jendral Aleksander Yang Agung sudah dilakukan pelayanan kesehatan bagi angkatan perang.
f.        Abad Pertengahan
Pada  abad  pertengahan  sudah  diberlakukan  pembayaran  terhadap  pekerja  yang mengalami kecelakaan  sehingga  menyebabkan  cacat  atau  meninggal.  Masyarakat pekerja sudah mengenal akan bahaya vapour di lingkungan kerja sehingga disyaratkan bagi pekerja yang bekerja    pada lingkungan yang mengandung vapour harus menggunakan masker.
g.      Abad ke-16
Salah satu tokoh yang terkenal pada masa ini adalah Phillipus Aureolus Theophrastus Bombastus  von  Hoheinheim  atau  yang  kemudian  lebih  dikenal  dengan  sebutan Paracelsus mulai memperkenalkan penyakit-penyakit akibat kerja terutama yang dialami oleh pekerja tambang. Pada era ini seorang ahli yang bernama Agricola dalam bukunya De Re  Metallica bahkan sudah mulai melakukan upaya pengendalian bahaya timbal di pertambangan dengan menerapkan prinsip ventilasi.
h.      Abad ke-18
Pada masa ini ada seorang ahli bernama Bernardino Ramazzini (1664 1714) dari Universitas Modena di Italia, menulis dalam bukunya yang terkenal : Discourse on the diseases  of workers, (buku klasik ini masih sering dijadikan referensi oleh para ahli K3 sampai sekarang).  Ramazzini melihat bahwa dokter-dokter pada masa itu jarang yang melihat  hubungan antara  pekerjaan dan penyakit, sehingga ada kalimat yang selalu diingat  pada  saat  dia  mendiagnosa  seseorang  yaitu   What  is  Your  occupation  ?”. ramazzini melihat bahwa ada dua faktor besar yang menyebabkan penyakit akibat kerja, yaitu bahaya yang ada dalam bahan-bahan yang digunakan ketika bekerja dan adanya gerakan-gerakan janggal yang  dilakukan oleh para pekerja ketika bekerja (ergonomic factors).
i.        Era Revolusi Industri (Traditional Industrialization)
Pada era ini hal-hal yang turut mempengaruhi perkembangan K3 adalah :
1.      Penggantian tenaga hewan dengan mesin-mesin seperti mesin uap yang baru ditemukan sebagai sumber energi.
2.      Penggunaan mesin-mesin yang menggantikan tenaga manusia
3.      Pengenalan  metode-metode baru  dalam  pengolahan  bahan  baku  (khususnya bidang industri kimia dan logam)
4.      Pengorganisasian pekerjaan dalam cakupan yang lebih besar berkembangnya industri yang ditopang oleh penggunaan mesin-mesin baru.
5.      Perkembangan teknologi ini menyebabkan mulai muncul penyakit-penyakit yang berhubungan dengan pemajanan karbon dari bahan-bahan sisa pembakaran.
j.        Era Industrialisasi (Modern Idustrialization)
Sejak era revolusi industri di ata samapai dengan pertengahan abad 20 maka penggnaan teknolog semaki berkembang   sehingg K jug mengikut perkembanga ini. Perkembangan pembuatan alat pelindung diri, safety devices. dan interlock dan alat-alat
pengaman lainnya juga turut berkembang.
k.      Era Manajemen dan Manjemen K3
Perkembangan era manajemen modern dimulai sejak tahun 1950-an hingga sekaran. Perkembangan  ini  dimulai  dengan  teori  Heinrich  (1941)  yang  meneliti  penyebab- penyebab kecelakaan bahwa umumnya  (85%) terjadi karena faktor manusia (unsafe act) dan faktor kondisi kerja yang tidak aman (unsafe condition).
Pada era ini berkembang system automasi pada pekerjaan untuk mengatasi maslah sulitnya   melakukan  perbaikan   terhadap   faktor   manusia.  Namun  system  otomasi menimbulkan masalah-masalah manusiawi yang akhirnya berdampak kepada kelancaran pekerjaan karena  adanya blok-blok pekerjaan dan tidak terintegrasinya masing-masing unit pekerjaan.
Sejalan dengan itu Frank Bird dari International Loss Control Institute (ILCI) pada tahun 1972  mengemukakan  teori  Loss  Causation  Model  yang  menyatakan  bahwa factor manajemen merupakan latar belakang penyebab yang menyebabkan terjadinya kecelakaan.
Berdasarkan perkembangan tersebut serta adanya kasus kecelakaan di Bhopal tahun 1984, akhirnya pada akhir abad 20  berkembanglah suatu konsep keterpaduan system manajemen  K3 yang berorientasi pada koordinasi dan efisiensi penggunaan sumber daya. Keterpaduan semua unit-unit kerja seperti safety, health dan masalah lingkungan dalam suatu system manajemen juga menuntut adanya kualitas yang terjamin baik dari aspek input proses  dan output. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya standar-standar internasional seperti ISO 9000, ISO 14000 dan ISO 18000
l.        Era Mendatang
Perkembangan  K3  pada  masa  yang  akan  datang  tidak  hanya  difokuskan  pada permasalahan K3 yang ada sebatas di lingkungan industri dan pekerja. Perkembangan K3  mulai  menyentuh aspek-aspek yang sifatnya publik atau untuk masyarakat luas. Penerapan aspek-aspek K3 mulai menyentuh segala sektor aktifitas kehidupan dan lebih bertujuan  untuk  menjaga  harkat  dan  martabat  manusia  serta  penerapan  hak  asazi manusia demi  terwujudnya  kualitas hidup yang tinggi. Upaya ini tentu saja lebih bayak berorientasi kepada  aspek perilaku manusia yang merupakan perwujudan aspek-aspek K3
·        Bukti disadari tentang arti pentingnya keselamatan kerja di dalam perusahaan adalah :
UU kecelakaan th 1947no. 33, dinyatakan berlaku tgl 6 januari  di susul dgn peraturan kecelakaan th 1947 (PP No. 2 th 1948)
·        Dengan alasan :
1.      Setelah PD II, mesin-mesin yang diperlukan di Indonesia tidak dapat didatangkan lagi (banyak yang rusak)
2.      Jaman Jepang, banyak mesin yang diangkut keluar Indonesia
3.      Indonesia Merdeka, bertambahnya jumlah kecelakaan yang menimpa buruh
Secara atik perkembangan K3 dapat dilihat pad tabel berikut :





No
Periode
Latar Belakang
Esensi Penalaran

1

Zaman Pra-Sejarah - Zaman Bangsa  Babylonia  (Dinasti Summeria) di Irak
.
.

Pada masa ini manusia masih berorientasi bagaimana untuk bias hidup dan survive terhadap kondisi lingkungan yang ada. Untuk membantu dalam kehidupan mereka maka dibuatlah alat-alat bantu terutama dalam berburu untuk mendapatkan makanan. Atau peralatan yang memang digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan yang lebih banyak berorientasi kepada upaya untuk mempertahankan kehidupan. Peralatan yang dikembangkan hanya terbatas pada aktifitas yang mereka lakukan. Untuk memudahkan dalam penggunaan serta tidak membaha-yakan pada saat digunakan maka dibuatlah disain alat-alat yang memang enak dipakai dan tidak berbahaya bagi pemakai saat digunakan.

Aspek yang berkembang pada era ini adalah mengenai peralatan untuk memudahkan pekerjaan serta aspek keamanan dari peralatan tersebut terhadap pekerja Juga mengenai bagaimana suatu benda atau peralatan mudah digunakan.sesuai dengan fungsinya serta aman saat digunakan

Secara keilmuan  K3  konsep  yang  berkembang  adalah aspek safety engineering dan ergonomic.

2

Zaman Mesir Kuno – Abad ke 18

Dengan sudah berkembangnya peralatan yang membantu pekerjaan manusia, namun tenaga manusia masih merupakan yang paling dominan dalam setiap pekerjaan. Dengan kata lain manusia atau pekerja merupakan sumberdaya yang utama dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Namun kondisi lingkungan kerja yang banyak mengandung bahaya seperti subtansi yang toksik serta bahaya lainnya yang dapa menggangu kesehatan pekerja, maka upaya untuk meningkatkan kesehatan pekerja menjadi perhatian yang besar. Disamping itu dengan banyaknya ditemukan barang tambang maka bahaya terhadap bahan-bahan toksik mulai dikenal serta mulai dilakukan upaya penanggula-ngan bahaya-bahaya toksik tersebut.

Aspek yang berkembang pada era ini adalah mengenai dampak kesehatan yang kemungkinan akan dialami oleh pekerja pada saat bekerja maupun setelah bekerja
sebagai dampak dari bahan-bahan berbahaya yang ada di lingkungan kerja serta upaya pengobatan atau terapi yang sesuai.

Secara keilmuan K3 konsep yang berkembang adalah mengenai Occupational Health, Industrial Hygiene, Toksikologi, serta Ocupational Medicine.

3

Era Industrialisasi

Mulai ditemukannya mesin uap, maka dunia industri mulai beralih dari yang tadinya didominasi oleh tenaga manusia yang dibantu tenaga hewan dengan cakupan aktifitas yang terbatas, kepada penggunaan mesin- mesin di segala aktifitas kerja dengan cakupan pekerjaan yang besar. Dengan makin bekembangnya teknologi dalam mencip-takan mesin-mesin produksi, manusia dihadapkan pada permasalahan baru yaitu dampak yang timbul akibat adanya mesin di suatu proses kerja. Masa-lah yang muncul sangat berhubungan dengan system operasionalisasi kerja yang dibantu dengan mesin-mesin yang canggih. Seiring dengan kema-juan teknologi serta munculnya permasalahan-permasalahan baru di lingkungan kerja terutama aspek keselamatan dan kesehatan pekerja saat bekerja dengan mesin maka mulai dikembangkan alat-alat pelindung diri, safety devices, dan alat-alat pengaman lainnya.

Pada era industrialisasi yang menjadi perkemba-ngan utama adalah mulai digunakannya mesin-mesin dalam industri atau lingkungan kerja. Seiring dengan hal tersebut muncul permasalahan baik aspek keselamatan maupun aspek kesehatan sebagai dampak interaksi antara manusia dengan mesin.

Secara keilmuan K3 konsep yang berkembang adalah mengenai Metode-metode pengendalian bahaya kecelakaan dan potensi gangguan keseha-tan dengan pendekatan engineering, Administra-tive, dan penggunaan alat pelindung diri saat bekerja.

4

Era Manajemen dan
Manajemen K3

Permasalahan K3 yang ada di lingkungan kerja ternyata bukan semata-mata akibat dari interaksi antara pekerja, pekerjaan dan peralatan yang digunakan. Mulai ditelusuri faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya suatu kecelakaan atau munculnya penyakit akibat kerja di lingkungan kerja. Ditemukan bahwa sebenarnya faktor manusia atau pekerja terutama perilaku saat bekerja lebih dominan sebagai penyebab terjadi-nya kecelakaan maupun penyakit akibat kerja.
Namun   muncul fenomena baru bahwa dengan melakukan analisa terhadap kasus-kasus yang ada ternyata aspek manajemen merupakan hulu dari segala permasalahan yang muncul di lingkungan kerja. Oleh sebab itu mulai dikembangkan bahwa aspek safety, health, dan environment di lingkungan kerja harus dimanage dalam suatu system yang terpadu sehingga dampak yang muncul baik aspek keselamatan maupun kesehatan dapat diminimalisir yang pada akhirnya lebih bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan kerja baik aspek pekerjaan, pekerja, maupun lingkungan kerja yang dimulai dari input, proses dan output.



Aspek yang berkembang pada era ini adalah mengenai upaya pengendalian kasus-kasus baik aspek keselamatan maupun kesehatan dengan cara efisiensi penggunaan sumber daya yang ada di suatu perusahaan. Hal ini tentu saja harus dengan melakukan langkh-langkah manajemen yang baik.

Atas dasar ini permaslahan K3 hanya dapat  dipecahkan dengan baik jika menggunakan  pendekatan manajemen. Serta untuk mencakup semua aspek di perusahaan maka manajemen   yang   dikembangkan   adalah   manajemen secara system.

Secara keilmuan K3 aspek yang berkembang pada era ini adalah Manajemen di bidang K3 serta Integrative System Management K3.

5

Era Mendatang

Ternyata aspek K3 tidak hanya diperlukan di lingkungan industri atau tempat kerja saja. Prasarana dan sarana yang digunakan atau yang dimanfaat oleh masyarakat umumpun perlu mendapatkan perhatian K3. Permasalahan K3 tidak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab ahli-ahli K3, tapi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat baik yang berada di lingkungan kerja (formal) maupun masyarakat umum. Oleh sebab itu arah perkembangan K3 di masa yang akan datang lebih ditekankan kepada aspek perilaku dengan kata lain setiap orang di setiap aktivitas mereka sudah menerapkan prinsip-prinsip K3.

Era mendatang K3 bukan hanya bagi industri atau tempat kerja saja tapi harus mencakup di setiap aktivitas kehidupan manusia.
Hal ini akan dapat dicapai bila K3 sudah menjadi perilaku dan budaya bagi setiap orang di segala aktivitas.

Aspek keilmuan yang berkembang adalah menge-nai penarapan Prinsip-Prinsip K3 bagi Masyarakat Umum di berbagai aktivitas seperti (Home safety, transportation safety etc.)
Keilmuan lain yang juga akan berkembang adalah Behavioral Based on Safety

III.      PENGERTIAN KECELAKAAN KERJA
Kecelakaan adalah sesuatu yang tidak terduga dan tidak diharapkan yang dapat mengakibatkan kerugian harta benda, korban jiwa/luka/cacat maupun pencemaran
         Kecelakaan kerja merupakan kecelakaan yang terjadi akibat adanya hubungan kerja (terjadi karena suatu pekerjaan atau melaksanakan pekerjaan)

IV.      SEBAB-SEBAB KECELAKAAN KERJA
Unsur-unsur penyebab kecelakaan kerja yaitu :
1.      Manusia, antara lain :
·        Tidak adanya unsur keharmonisan antar tenaga kerja maupun dengan pimpinan
·        Kurangnya pengetahuan/ketrampilan
·        Ketidakmampuan fisik/mental
·        Kurangnya motivasi
2.      Manajemen, antara lain :
·        Kurang pengawasan
·        Struktur organisasi tidak jelas dan kurang tepat
·        Kesalahan prosedur operasi
·        Kesalahan pembinaan pekerja
3.      Material, antara lain :
·        Adanya bahan beracun/mudah terbakar
·        Adanya bahan yang mengandung korosif
4.      Mesin, antara lain :
·        Cacat pada waktu proses pembuatan
·        Kerusakan karena pengolahan
·        Kesalahan perencanaan
5.      Medan, antara lain :
·        Penerangan tidak tepat (silau atau gelap)
·        Ventilasi buruk dan housekeeping yang jelek

V.      PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA
Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, ada beberapa usaha yang dapat dilakukan, antara lain :
1.      Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja (calon pekerja) untuk mengetahui apakah calon pekerja tersebut serasi dengan pekerjaan barunya, baik secara fisik maupun mental
2.      Pemeriksaan kesehatan berkala/ulangan, yaitu untuk mengevaluasi apakah faktor-faktor penyebab itu telah menimbulkan gangguan pada pekerja
3.      Pendidikan tentang kesehatan dan keselamatan kerja diberikan kepada para buruh secara kontinu agar mereka tetap waspada dalam menjalankan pekerjaannya
4.      Pemberian informasi tentang peraturan yang berlaku ditempat kerja sebelum mereka memulai tugasnya, tujuannya agar mereka mentaatinya
5.      Penggunaan pakaian pelindung
6.      Isolasi terhadap operasi atau proses yang membahayakan, misalnya proses pencampuran bahan kimia berbahaya, dan pengoperasian mesin yang sangat bising
7.      Pengaturan ventilasi setempat/lokal, agar bahan-bahan/gas sisa dapat dihisap dan dialirkan keluar
8.      Substitusi bahan yang lebih berbahaya dengan bahan yang kurang berbahaya atau tidak berbahaya sama sekali
9.      Pengadaan ventilasi umum untuk mengalirkan udara ke dalam ruang kerja sesuai dengan kebutuhan

VI.      PENYEBAB KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
Menurut Mangkunegara (2002, p. 170), bahwa indikator penyebab keselamatan kerja adalah :
a.       Keadaan tempat lingkungan kerja, yang meliputi :
1)      Penyusunan dan penyimpanan barang-barang yang berbahaya yang kurang diperhitungkan keamanannya
2)      Ruang kerja yang terlalu padat dan sesak
3)      Pembuangan kotoran dan limbah yang tidak pada tempatnya
b.      Pemakaian peralatan kerja, yang meliputi :
1)      Pengamanan peralatan kerja yang sudah usang atau rusak
2)      Pengguanaan mesin, alat elektronik tanpa pengamanan yang baik
3)      Pengaturan penerangan

VII.      TUJUAN PENERAPAN K3
Menurut Mangkunegara (2002, p. 165), bahwa tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah :
1.      Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik, sosial dan psikologis
2.      Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaik-baiknya selektif mungkin
3.      Agar semua hasil produksi dipelihara keamanannya
4.      Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai
5.      Agar meningkatkan kegairahan, keserasian kerja, dan partisipasi kerja
6.      Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja
7.      Agar setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja

VIII.      HAMBATAN PENERAPAN K3
1.      Dari sisi masyarakat pekerja :
·        Tuntutan pekerja masih pada kebutuhan dasar (upah dan tunjangan kesehatan/kesejahteraan)
·        K3 belum menjadi tuntutan pekerja
2.      Dari sisi pengusaha :
·        Pengusaha lebih menekankan penghematan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, dan K3 dipandang sebagai beban dalam hal biaya operasional tambahan
  
IX.      ISTILAH DALAM K3
Beberapa istilah dalam K3 :
1.      Potensi Bahaya
Suatu keadaan dimana memungkinkan dapat menimbulkan kecelakaan 
2.      Tingkat Bahaya
Merupakan ungkapan adanya potensi bahaya secara relative/kondisi bahaya mungkin saja ada tetapi dapat tidak terjadi karena adanya tindakan
3.      Resiko
Kemungkinan terjadinya kecelakaan/kerugian pada periode tertentu
4.      Insiden
Kejadian yang tidak diinginkan yang melebihi ambang batas badan atau struktur karena kontraksi dengan sumber bunyi
5.      Aman
Keadaan/kondisi dimana tidak adanya malapetaka
6.      Tindakan Tidak Aman
Suatu pelanggaran terhadap prosedur keselamatan yang memberikan peluang terjadinya kecelakaan
7.      Keadaan Tidak Aman
Suatu kondisi fisik/keadaan bahaya yang mungkin dapat langsung mengakbatkan kecelakaan

X.      APLIKASI K3
Dibawah ini beberapa contoh tindakan K3 di kapal untuk mencegah kecelakaan kerja antara lain :
1.      Memakai safety shoes setiap bekerja
2.      Memakai ear plug jika bekerja pada kondisi tingkat kebisingan yang melebihi ambang batas pendengaran
3.      Memakai helm kerja, hal ini dilakukan untuk menghindari adanya material yang jatuh
4.      Memakai masker dan kaca mata ketika menggerinda dan membersihkan valve set
5.      Menggunakan safety belt ketika melakukan pengerjaan di ketinggian
6.      Memakai kaca mata las, masker dan sarung tangan pada saat melakukan pengelasan
7.      Menyediakan fasilitas PMK (pemadam kebakaran) ketika melakukan pengerjaan pengelasan
8.      Memakai sarung tangan ketika bekerja dengan benda-benda atau alat-alat yang tajam
9.      Menggunakan alat-alat kerja sesuai dengan fungsinya
10.  Memakai crane dan tekel ketika mengangkat beban yang berat
11.  Meletakkan barang dan alat pada tempatnya
12.  Selalu membersihkan tempat kerja dari sisa-sisa oli ketika selesai kerja, dan lain-lain yang disesuaikan dengan kondisi tempat kerja

XI.      PENGUKURAN KECELAKAAN :
1.      TINGKAT KEKERASAN
Berapa lama waktu yang hilang karena terjadi suatu kecelakaan, persatu juta “Man Hours”

           Jumlah hari karyawan yang hilang X 1.000.000
            Jumlah man hours selama periode tersebut

2.      TINGKAT KESERINGAN
Berapa kali kecelakaan terjadi untuk setiap satu juta man hours

   Jumlah kecelakaan yang mengakibatkan waktu hilang X 1.000.000           
                        Jumlah man hours selama periode tersebut

XII.      MASALAH & PEMULIHAN KESEHATAN KARYAWAN
1.      Alkoholisme & Penyalahgunaan Zat-Zat
·        Teknik tradisional untuk menghadapinya (alcohol)
a.       Pendisiplinan
b.      Pemecatan
c.       Konseling in house
d.      Rujukan kepada perwakilan luar
·        Untuk menanggulangi obat-obatan →  Rujukan kepada Perwakilan luar
2.      Masalah Stress
Ada 2 sumber utama dari stress pekerjaan :
a.       Faktor Lingkungan ( Misal: jadwal kerja, irama kerja, jaminan pekerjaan, kebisingan, klien )
b.      Faktor Personal
·        Cara mengurangi stress pekerjaan :
a.       Bangunlah hub kerja sama yg menyenangkan
b.      Pahami masalah bos dan Bantu dia untuk memahami masalah anda
c.       Pelajari masa depan
d.      Cari waktu setiap hari unt istirahat dan santai
e.       Jangan menunda menghadapi masalah yang tidak enak
3.      Masalah Asbes
Ada 4 sumber utama dari penyakit pernapasan yang berhubungan dengan pekerjaan :
a.       Aabes
b.      Silikon
c.       Timah
d.      CO2
·        Menanggulani dengan perekayasaan control dinding memantau udara & menggunakan respirator
4.      Masalah Akibat Tampilan Video
·         Masalah mata untuk jangka pendek seperti panas, gatal dan berair.
·         Sakit punggung  & leher
·         Cara menanggulanginya:
a.       Berikan waktu istirahat kepada karyawan
b.      Rancang kelenturan maksimalan
c.       Kurangi cahaya yang menyilaukan
5.      AIDS & Tempat Kerja
Untuk penyakit yang merusak system kekebalan tubuh, cara untuk menghadapinya :
a.       Diskriminasi / pelecehan tidak akan ditolerir oleh penderita
b.      Perusahaan berupaya menampung karyawam dengan wajar
c.       Informasi medis akan tetap rahasia
d.      Karyawan yang menghidap HIV dibiarkan untuk terus bekerja
e.       Pemberian konseling kepada bukan pengidap
6.      Merokok Ditempat Kerja
7.      Menghadapi Kekerasan Ditempat Kerja
·        Mengurangi dgn cara:
a.       Meningkatkan tindakan keamanan
b.      Perbaikan penyaringan karyawan
c.       Pelatihan menghadapi kekerasan
·        Tanda-tanda yg mendahului insiden kekerasan :
a.       Ancaman verbal
b.      Tindakan fisik
c.       Kecewa
d.      Absesi

0

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e:
:f: :g: :h: :i: :j:
:k: :l: :m: :n: :o:

Posting Komentar

sedikit coretan perkuliahan